1 Hari 1 Malam
KKN UNY 2026
25 September 2026
Desa Wisata Gabugan
246 kali
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)
melaksanakan program kerja “Gabugan Berkreasi” melalui kegiatan pengenalan dan praktik
pengolahan kulit nanas menjadi minuman fermentasi tepache di Desa Gabugan, Kalurahan
Donokerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk
kontribusi mahasiswa dalam mengenalkan pemanfaatan bahan pangan secara lebih optimal kepada
masyarakat sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 12:
Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Program dilaksanakan sebagai bagian dari
rangkaian kegiatan KKN UNY periode 20 Juli sampai 20 September 2026.
Kegiatan “Gabugan Berkreasi” dilatarbelakangi oleh adanya potensi bahan pangan lokal
yang belum dimanfaatkan secara optimal, salah satunya kulit nanas yang umumnya dianggap
sebagai bagian yang tidak digunakan dan berpotensi menjadi limbah. Melalui kegiatan ini,
mahasiswa KKN memperkenalkan alternatif pemanfaatan kulit nanas sebagai bahan dasar
minuman fermentasi tepache. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyampaian informasi,
demonstrasi proses pembuatan, serta pembagian produk kepada peserta. Dalam kegiatan tersebut,
masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai tahapan fermentasi, lama fermentasi,
penyimpanan, serta karakteristik rasa yang dihasilkan dari proses pengolahan kulit nanas.
Hasil kegiatan menunjukkan adanya respons positif dan antusiasme masyarakat terhadap
inovasi yang diperkenalkan. Sebagian peserta mengaku baru mengetahui bahwa kulit nanas dapat
dimanfaatkan sebagai bahan dasar minuman fermentasi. Antusiasme tersebut terlihat dari
munculnya berbagai pertanyaan mengenai lama fermentasi, pengaruh waktu fermentasi terhadap
rasa, cara penyimpanan, serta keamanan produk. Berdasarkan tanggapan peserta terhadap produk
yang dibagikan, tepache dinilai memiliki rasa yang sudah dapat diterima, meskipun terdapat
sedikit rasa asam akibat proses fermentasi yang berlangsung sekitar tujuh hari. Hal tersebut
menjadi bahan evaluasi bahwa lama fermentasi sekitar tiga hingga lima hari dapat
dipertimbangkan untuk memperoleh karakter rasa yang lebih sesuai dengan preferensi masyarakat.
Kegiatan ini sejalan dengan SDGs poin 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung
Jawab, terutama melalui upaya mengenalkan pemanfaatan bahan pangan secara lebih optimal dan
mengurangi potensi limbah dari bagian buah yang belum dimanfaatkan. Pengolahan kulit nanas
menjadi tepache menunjukkan bahwa bahan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan dapat
dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai guna dan potensi untuk dikembangkan lebih
lanjut. Selain menghasilkan produk, kegiatan ini juga mendorong pengetahuan masyarakat
mengenai alternatif pengolahan bahan pangan dan pentingnya pemanfaatan sumber daya secara
lebih bertanggung jawab. “Melalui Gabugan Berkreasi, kami ingin menunjukkan bahwa bagian
buah yang selama ini dianggap sebagai limbah masih dapat dimanfaatkan menjadi produk yang
menarik dan memiliki potensi untuk dikembangkan oleh masyarakat,” ujar mahasiswa KKN UNY
selaku pelaksana kegiatan.
Asisten AI Desa Wisata Gabugan